Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Indonesia (PPIAUD Indonesia), Asosiasi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (APGPAUD PTMA Indonesia), dan Perkumpulan Pengelola Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (PPJ PAUD Indonesia) menyelenggarakan kegiatan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat sinergitas kelembagaan dalam memajukan pendidikan anak usia dini melalui publikasi ilmiah.
Kegiatan yang mengangkat tema “Sinergitas untuk Kemajuan Pendidikan Anak Usia Dini melalui Publikasi Ilmiah”ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 25 Mei 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, pengelola jurnal, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati PAUD dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi ketiga asosiasi untuk menyatukan visi, memperkuat jejaring akademik, dan membangun ekosistem publikasi ilmiah yang lebih produktif, kolaboratif, dan berdampak bagi pengembangan keilmuan PAUD. Melalui kerja sama ini, ketiga lembaga berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas artikel ilmiah, penguatan tata kelola jurnal, peningkatan kapasitas dosen dan peneliti, serta perluasan diseminasi hasil kajian PAUD pada tingkat nasional maupun internasional.
Ketua APGPAUD PTMA Indonesia, Dr. Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny, M.Ag., dalam pernyataannya menyampaikan bahwa MoU ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat peran asosiasi program studi dalam membangun budaya akademik yang sehat dan produktif.
“Kerja sama ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan kelembagaan, kepakaran dosen, dan kebutuhan pengembangan publikasi ilmiah di bidang PAUD. APGPAUD PTMA Indonesia memandang bahwa publikasi ilmiah bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga sarana untuk menyebarluaskan gagasan, inovasi, dan praktik baik pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas asosiasi diperlukan agar program-program penguatan akademik tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dan memberi dampak lebih luas bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Sementara itu, Ketua PPJ PAUD Indonesia, Dr. Syamsuardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem jurnal PAUD di Indonesia. Menurutnya, publikasi ilmiah memiliki posisi penting dalam membangun reputasi akademik, meningkatkan kualitas riset, serta memperkuat kontribusi PAUD dalam pembangunan pendidikan nasional.
“PPJ PAUD Indonesia berkomitmen menjadi mitra strategis dalam penguatan tata kelola jurnal, pendampingan publikasi ilmiah, dan peningkatan kualitas artikel dosen, mahasiswa, serta peneliti PAUD. Melalui MoU ini, kita ingin membangun gerakan bersama agar jurnal-jurnal PAUD semakin berkualitas, terakreditasi, dan mampu menjadi rujukan keilmuan yang kredibel,” jelas Dr. Syamsuardi.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pengelola jurnal, program studi, dan asosiasi keilmuan menjadi kunci penting untuk mendorong publikasi ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan praktik PAUD di lapangan.
Ketua PPIAUD Indonesia, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd., juga menyambut baik pelaksanaan MoU ini. Ia menilai bahwa kolaborasi antarorganisasi profesi dan akademik merupakan langkah penting dalam memperkuat kontribusi pendidikan Islam anak usia dini terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pembelajaran yang bermutu.
“PPIAUD Indonesia melihat kerja sama ini sebagai peluang besar untuk memperkuat kapasitas dosen, peneliti, dan pengelola program studi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Publikasi ilmiah harus menjadi bagian dari budaya akademik yang terus dikembangkan, terutama dalam memperkaya kajian pendidikan anak usia dini yang berakar pada nilai-nilai keislaman, kebudayaan, dan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Dr. Maulidya Ulfah juga menegaskan bahwa penguatan publikasi ilmiah perlu diarahkan pada isu-isu strategis PAUD, seperti literasi anak usia dini, pendidikan karakter, pembelajaran berbasis budaya, inovasi digital, penguatan keluarga, dan peningkatan mutu kelembagaan PAUD.
Kegiatan ini dipandu oleh Prima Suci Rohmadheny, M.Pd. dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai moderator. Dalam jalannya kegiatan, peserta tidak hanya menyaksikan penandatanganan MoU, tetapi juga mengikuti diskusi sinkronisasi program kerja lintas asosiasi, khususnya terkait pengembangan publikasi ilmiah, penguatan jurnal, kolaborasi riset, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang PAUD.
Melalui MoU ini, PPIAUD Indonesia, APGPAUD PTMA Indonesia, dan PPJ PAUD Indonesia diharapkan dapat melahirkan berbagai program tindak lanjut, seperti pelatihan penulisan artikel ilmiah, klinik publikasi, pendampingan akreditasi jurnal, kolaborasi penelitian, seminar nasional dan internasional, serta penerbitan karya ilmiah bersama.
Penandatanganan MoU ini menjadi bukti bahwa kemajuan pendidikan anak usia dini membutuhkan kolaborasi yang kuat antarberbagai unsur, baik asosiasi profesi, program studi, pengelola jurnal, dosen, peneliti, maupun pemerhati PAUD. Dengan semangat sinergitas, ketiga lembaga berkomitmen untuk terus membangun mutu PAUD Indonesia melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, dan jejaring akademik yang berkelanjutan.
